Faldi Faturohman
SMPN Unggulan Indramayu
Belum Menentukan Cita-Cita
Semua orang punya cita-cita atau pilihan cita-cita, tapi tidak semua orang bisa menentukan bercita-cita mau jadi apa, seperti halnya Faldi Faturohman, siswa Kelas VIII SMPN Unggulan Indramayu yang berhasil lolos sebagai pemenang Olimpiade Sains Nasional 2009, Bidang Fisika untuk Tingkat Kabupaten ini. Menjelang keberangkatannya ke Bandung dalam kompetisi di Tingkat Nasional, Faldi sempat ditemui tim Arena dari PR, dan sejenak berbincang-bincang seputar kesehariannya. Ternyata bungsu dari dua saudara kelahiran 13 Desember 1994, putra Pak Dadon, Amd yang guru SMPN 2 Gegesik Cirebon itu, memiliki kebiasaan unik. Kalau dia sudah suntuk belajar, video game adalah sasaran kompensasinya, di situ Faldi bisa sampai berjam jam tanpa ingat makan dan istirahat. Sementara orang tua, guru atau teman-temannya kadang khawatir soal kemampuan kompetisi yang tengah dihadapinya, tapi ternyata hal itu tidak berpengaruh. Buktinya pada tahun 2008 lalu Faldi juga berhasil menyisihkan lawan-lawannya, dan keluar sebagai pemenang Olimpiade Mifa Sains Nasional.
Ketika ditanya, mengapa harus memilih sekolah di SMPN Unggulan Indramayu, padahal rumahnya lebih dekat dengan sekolah (SMPN 2 Gegesik-Cirebon) tempat Ayahnya mengajar. “SMPN Unggulan lebih mengutamakan kualitas belajar, disiplin dan tertib dalam segala hal,” ujarnya. (as)
Rabu, 01 Juli 2009
Inayah Mauladi
SMP Al-Ishlah Boarding School
Ingin Mengabdi Di Dunia Pendidikan
Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam memajukan dunia pendidikan, bisa dibuktikan dengan upaya keras berbagai elemen yang ikut terlibat di dalamnya, selain keterlibatan langsung para pelaku di dunia pendidikan itu sendiri. Tanpa memilah memilih dari mana asal sekolahnya, swasta atawa negeri, diakui atawa tidak diakui. Yang penting bagaimana pendidikan di Indramayu tidak tertinggal dari daerah-daerah lainnya, serta memiliki kualitas pendidikan yang jauh lebih baik dengan komitmen mecerdaskan masyarakatnya.
Upaya menciptakan kualitas belajar siswa dengan meningkatkan mutu pendidikannya itu ternyata bisa dibuktikan SMP Al-Ishlah Boarding School, Sliyeg-Indramayu. Sebuah sekolah swasta berbasis pesantren yang baru-baru ini membawa salah seorang siswinya (baca santri) berhasil keluar sebagai pemenang 3 besar Olimpiade Sains Nasional 2009 Tingkat Kabupaten untuk Bidang Fisika. Dia adalah Inayah Mauladi, yang kini duduk di kelas VIII.
Inayah, yang saat itu diantar langsung Kepala Sekolahnya menjelang kompetisi selanjutnya di Bandung sedikit bercerita, kalau dia selama ini hanya 5 jam tidur dalam sehari semalam. Selebih waktunya dia gunakan untuk belajar. Ketika ditanya soal cita-cita, putri kedua dari dua saudara pasangan Sa’adudin dan Nurhasanah yang bekerja sebagai penjahit dan jasa penggiling bumbu dapur ini, “kalau Allah mengizinkan saya ingin jadi guru dan mengabdi untuk dunia pendidikan,” ujarnya. (as)
Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar
10 SD Disiapkan Jadi Sekolah Unggulan
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu, Subdin Dikdas pada Dinas Pendidikan setempat, telah menunjuk 10 SD Negeri yang tersebar di beberapa kecamatan Indramayu untuk di tingkatkan statusnya menjadi SD Unggulan. Seperti SDN Unggulan Indramayu, SDN 1 Kepandean, SDN 1 Cantigi, SDN 1 Srengseng, SDN 1 Karangasem, SDN 2 Jatibarang, SDN 2 Karangampel, SDN Sukaselamet, SDN Cariyu dan SDN Sukahati.
Program ini menurut Kasubdin Dikdas Drs.H.Mas’ud, M.Pd perlu mendapat perhatian serius sebagai upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu, sebab sekolah dasar merupakan Golden Age, dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemuadian hari. Oleh karena itu keberadaan SD-SD Unggulan ini diharapkan bisa menjadi pembina kualitas bagi SD-SD yang ada di sekitarnya.
Ditegaskan H.Mas’ud bahwa masa Golden Age juga dikenal dengan “masa-masa paling berharga bagi anak, dimana masa tersebut tidak akan bisa terulang lagi dalam hidupnya”. Jadi pada saat itulah peran orang tua sangat dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak, baik secara intelektual, emosional dan spriritual, tuturnya. (as/dede.n)
10 SD Disiapkan Jadi Sekolah Unggulan
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu, Subdin Dikdas pada Dinas Pendidikan setempat, telah menunjuk 10 SD Negeri yang tersebar di beberapa kecamatan Indramayu untuk di tingkatkan statusnya menjadi SD Unggulan. Seperti SDN Unggulan Indramayu, SDN 1 Kepandean, SDN 1 Cantigi, SDN 1 Srengseng, SDN 1 Karangasem, SDN 2 Jatibarang, SDN 2 Karangampel, SDN Sukaselamet, SDN Cariyu dan SDN Sukahati.
Program ini menurut Kasubdin Dikdas Drs.H.Mas’ud, M.Pd perlu mendapat perhatian serius sebagai upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu, sebab sekolah dasar merupakan Golden Age, dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemuadian hari. Oleh karena itu keberadaan SD-SD Unggulan ini diharapkan bisa menjadi pembina kualitas bagi SD-SD yang ada di sekitarnya.
Ditegaskan H.Mas’ud bahwa masa Golden Age juga dikenal dengan “masa-masa paling berharga bagi anak, dimana masa tersebut tidak akan bisa terulang lagi dalam hidupnya”. Jadi pada saat itulah peran orang tua sangat dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak, baik secara intelektual, emosional dan spriritual, tuturnya. (as/dede.n)
Jami’ah Tahlil Desa Kenanga Indramayu
Beri Santunan Pendidikan Kepada Anak Yatim Lulusan SD
Belasan Anak Yatim lulusan SDN Kenanga 1, Kec. Sindang-Indramayu menerima santunan pendidikan dari Jami’ah Tahlil Desa Kenanga Blok Dukuh dalam bentuk uang senilai Rp.800 ribu per anak. Santunan yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Jami’ah, Casdirah disaksikan Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Kuwu Desa Kenanga dan segenap anggota Jami’ah Tahlil pada acara pelepasan dan kenaikan kelas, di halaman SDN Kenanga 1, Kamis (25/6).
Oleh Ketua Santunan Pendidikan Anak Yatim, Karsan dan Bendahara, Yusuf Assegaf, dikatakan bahwa pemberian santunan ini merupakan inisiatif dan kepedulian Jami’ah Tahlil. Yang bertujuan agar mereka (para anak yatim) ini juga bisa mengenyam dan meneruskan pendidikkan seperti anak-anak lainnya.
Sementara Kepala Sekolah SDN Kenanga 1, Maryana, S.pd merasa terharu dengan adanya kepedulian Jami’ah Tahlil khususnya dan masyarakat Blok Dukuh Desa Kenanga umumnya, atas santunan pendidikan yang telah diterima sejumlah siswanya itu. Dan dalam pidatonya dengan suara agak tersendat karena diliputi rasa haru, “saya secara pribadi sangat berterima kasih atas perhatian Jami’ah Tahlil, yang telah membantu anak-anak kami yang nota bene anak-anak yatim yang tentunya juga punya keinginan untuk sekolah seperti anak-anak lainnya,” tuturnya. Selain itu beliau juga berharap agar santunan pendidikan kepada anak yatim ini tidak terhenti sampai di sini, tapi juga berkelanjutan, yang tentunya tidak hanya di SDN Kenanga 1, tapi juga di SD-SD lainnya. (dede.n/as)
Beri Santunan Pendidikan Kepada Anak Yatim Lulusan SD
Belasan Anak Yatim lulusan SDN Kenanga 1, Kec. Sindang-Indramayu menerima santunan pendidikan dari Jami’ah Tahlil Desa Kenanga Blok Dukuh dalam bentuk uang senilai Rp.800 ribu per anak. Santunan yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Jami’ah, Casdirah disaksikan Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Kuwu Desa Kenanga dan segenap anggota Jami’ah Tahlil pada acara pelepasan dan kenaikan kelas, di halaman SDN Kenanga 1, Kamis (25/6).
Oleh Ketua Santunan Pendidikan Anak Yatim, Karsan dan Bendahara, Yusuf Assegaf, dikatakan bahwa pemberian santunan ini merupakan inisiatif dan kepedulian Jami’ah Tahlil. Yang bertujuan agar mereka (para anak yatim) ini juga bisa mengenyam dan meneruskan pendidikkan seperti anak-anak lainnya.
Sementara Kepala Sekolah SDN Kenanga 1, Maryana, S.pd merasa terharu dengan adanya kepedulian Jami’ah Tahlil khususnya dan masyarakat Blok Dukuh Desa Kenanga umumnya, atas santunan pendidikan yang telah diterima sejumlah siswanya itu. Dan dalam pidatonya dengan suara agak tersendat karena diliputi rasa haru, “saya secara pribadi sangat berterima kasih atas perhatian Jami’ah Tahlil, yang telah membantu anak-anak kami yang nota bene anak-anak yatim yang tentunya juga punya keinginan untuk sekolah seperti anak-anak lainnya,” tuturnya. Selain itu beliau juga berharap agar santunan pendidikan kepada anak yatim ini tidak terhenti sampai di sini, tapi juga berkelanjutan, yang tentunya tidak hanya di SDN Kenanga 1, tapi juga di SD-SD lainnya. (dede.n/as)
Langganan:
Postingan (Atom)

