Rabu, 24 Februari 2010

Jurnalis Junior

Ekspos Rakyat Vol.3 Minggu I Maret - Minggu III Maret 2010

Berkenalan Dengan

SMAN 1 Kedokan Bunder- Indramayu


Hallo temen-temen kali ini Arena SD, MI, SMP, M.Ts, SMA, MAN dan SMK, mengundang SMAN 1 Kedokanbunder-Indramayu sebagai Jurnalis Junior kita, mereka akan menyuguhkan hasil liputannya tentang kilas sekolahnya, mereka adalah: Nurul Azmi, Khoizun, Nurwanto, Rumsari, Sunani, Melinda, dan Leni Astriani.

Hallo…..kamu pasti belum banyak yang tau kalau gedung sekolah kami masih terbilang bayi, karena memang baru selesai di bangun dan juga baru beberapa bulan saja kami tempati. Tapi meskipun masih bayi kami bangga punya sekolah sendiri dan tidak lagi numpang-numpang seperti dulu.

Rasa bangga itu bukan saja ketika kami bisa belajar di sekolah sendiri, tapi juga pada keberadaannya yang oleh warga masyarakat Kedokoan Bunder serta temen-temen wilayah sekitar yang hendak melanjutkan ke jenjang SLTA tidak perlu jauh-jauh. SMAN 1 Kedokan Bunder juga sama kok dengan SMA SMA lainnya.

Di Rubrik Jurnalis Junior ini kami hanya ingin berkenalan saja, dan mungkin untuk edisi berikutnya kami pasti akan menurunkan laporan menarik tentang aktifitas sekolah kami, Oke! Tunggu ya!

Ekspos Rakyat Vol.3 Minggu I Maret - Minggu III Maret 2010

Puisi: Yanti


Cahaya

Kau adalah anugrah

membangkitkan semangat hidupku

menjadi lebih baik

Sepi yang selama ini menerpa

kini pupus disapu badai

selesailah penderitaan

hanya kau yang mampu memberi Cahaya

menemani dan menerangi

setiap langkahku


SMAN 1 Sliyeg, Kls. XI IPA 2


Puisi: Uripah


KATA MUTIARA

Setitik “ kasih membuat kita dekat “

seucap ” kata” membuat kita ” percaya ”

se kecil ” luka ” membuat kita ”kecewa ”

” senyum” membuat kita ” bahagia ”

Tiada mutiara sebening ” cinta ”

tiada sutra sehalus ” kasih sayang ”

tiada embun sesuci ” ketulusan hati ”

dan Tiada hubungan seindah” persahabatan”

Teman memberimu ”senyum”

tapi sahabat memberimu ” kebahagiaan ”

teman akan menceritakan yang ” tidak benar tentang dirimu ”

seribu teman datang sesaat kamu tertawa ” bahagia”

tapi seorang sahabat akan datang saat kau „bahagia“

tapi seorang sahabat akan datang saat kau „ berderai air mata „


Kelas : X-B Ma.Al-Syarifiah Bondan- Wideng Suka Gumiwang –Indramayu


Tinajaun Puisi:

SAHABAT CAHAYA

FILSAFAT DAN METAFORA


oleh Acep Syahril


Menulis memang asyik, kalau dibarengi dengan membaca, dan itu sudah pasti hasil tulisannya akan lebih menarik. Apalagi kalau kebiasaan menulis tadi di awali dengan menulis puisi, jelas referensinya akan lebih baik. Sebab untuk menulis puisi dibutuhkan banyak referensi yang tidak hanya dari pengalaman membaca, tapi juga dari pengalaman lahir batin penulisnya. Sehingga puisi akan terasa hidup bernas dan bernyawa. Selain itu di dalam puisi juga terkandung banyak pengetahuan, seperti psikologi, sosiologi, filsafat, antropologi dan lain-lain.

Kalau sudah begitu untuk membuat tulisan seperti, cerpen, feature, revortase atau jenis-jenis tulisan lainnya mungkin tidak sulit. Karena referensi yang dimiliki ketika menulis puisi lebih banyak, dan kita tinggal mempelajari teknik menulisnya saja.

Untuk puisi minggu ini kita kedatangan dua tamu yakni, Yanti dan Uripah. Yanti berasal dari SMAN 1 Sliyeg – Indramayu, kelas XI IPA2, sedangkan Uripah Kelas X-B Ma.Al-Syarifiah Bondan- Wideng Suka Gumiwang –Indramayu.

Keduanya menawarkan tema dan gagasan yang berbeda, dengan gaya penuturan serta pilihan diksi yang berbeda juga. Kalau Yanti asyik dengan kehadiran sesuatu yang absurd yang dia lukiskan secara metafora dalam setiap langkahnya, sebagai Cahaya dan mampu membuat dirinya tenang. Maka Uripah terasa lebih asyik lagi karena dengan Kata Mutiaranya dia seolah sedang berfilsafat.

Teman memberimu senyum

tapi sahabat memberimu kebahagiaan

teman akan menceritakan yang tidak benar tentang dirimu

seribu teman datang sesaat kamu tertawa bahagia

tapi seorang sahabat akan datang saat kau bahagia

Makna teman dan sahabat disini memang sedikit ada perbedaan, kalau teman lebih pada hubungan biasa (teman biasa), sedangkan sahabat adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung dalam hubungan pribadi.

Dan kelebihan Uripah pada puisinya, yakni pada pilihan ide serta diksi yang sederhana. Sebab apa yang dipaparkan Uripah sangat terasa, //Setitik kasih membuat kita dekat/seucap kata membuat kita percaya/se kecil luka membuat kita kecewa/senyum membuat kita bahagia//.

Sedangkan Yanti melalui puisi perenungannya (kontemplatif), ada kesan keterbiasaannya dalam menulis puisi. Soalnya dilihat dari ide serta pilihan diksinya, Yanti memang sedang benar-benar menulis puisi. Artinya ada perbedaan antara mereka yang baru belajar menulis puisi, iseng-iseng dengan yang sudah terbiasa. Dan Yanti adalah yang sudah terbiasa menulis puisi. Coba saja kita simak pada bait pertamanya:

Kau adalah anugrah

yang membangkitkan semangat hidupku

menjadi lebih baik

Kau (Cahaya) yang dimaksud Yanti di sini tidak bisa kita ketahui dengan jelas, bias saja Kau/Cahaya itu Tuhan, atau kekasihnya. Tapi kalau dilihat dari pilihan diksi dan gaya penuturannya, Yanti sepertinya sedang merasakan adanya getaran Tuhan dalam setiap langkahnya. ……./selesailah penderitaan/hanya kau yang mampu memberi Cahaya/menemani dan menerangi/setiap langkahku//.

Selasa, 02 Februari 2010

Limbah Cucian Ikan Dari Industri Pengusaha Kerupuk Blok Dukuh desa Kenanga, Kecamatan Sindang-Indramayu

Warga Dukuh Kerupuk Tidak Nyaman Limbah Cucian Ikan Dipertahankan

Indramayu, Pos Rakyat
Limbah cucian ikan para pengusaha kerupuk yang mengalir ke sela-sela perumahan warga dan saluran irigasi yang membelah Blok Dukuh Kerupuk Desa Kenanga, Kecamatan Sindang Kab. Indramayu itu ada dugaan dipertahankan oleh beberapa oknum pengusaha kerupuk setempat, agar warga segera meninggalkan rumah mereka, sebagai upaya pengembangan area pabrik para pengusaha. Namun ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada H. Murtasim pemilik pabrik kerupuk Kelapa Gading, beliau membantah keras isu yang dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu. Sedangkan Edi Suyono, Kuwu Desa Kenanga yang hendak dikonfirmasi ER, selalu lari dan menghindar, sampai tulisan ini diturunkan dia tetap tidak mau ditemui. 
Selain Kuwu, beberapa pengusaha kerupuk yang cukup berpengaruh di blok Dukuh kerupuk seperti, H.Daspan, H. Saein dan H. Wakyan juga menghindar dan tidak mau ditemui, dengan alasan sedang tidak berada di rumah. 
Limbah kerupuk yang telah puluhan tahun dipertahankan Pemerintahan Desa dan para pemodal di Blok Dukuh Kerupuk ini, ada dugaan dijadikan ajang politis untuk pilkuwu serta lahan setoran kepada sejumlah dinas instansi terkait. 
Sementara dari hasil konfirmasi ER di lapangan sebagian besar warga masyarakat yang berdomisili di blok Dukuh yang selama ini disiksa oleh tajamnya bau limbah, mengaku sudah tidak tahan. Sebab bau limbah tersebut tidak hanya mengeluarkan aroma busuk dan menyesakkan pernafasan, tapi juga mengakibatkan kulit gatal-gatal akibat rembesannya ke sumur warga. 
“Kami juga tidak mengerti apa alasan para pengusaha kerupuk disini tidak mau memperbaiki saluran pembuangan limbah mereka agar tidak sampai mengganggu aktifitas dan kenayaman penduduk,” ujar beberapa warga yang memohon agar namanya tidak ditulis. Dengan alasan mereka takut kehilangan pekerjaan. Sebab selama ini sebagian masyarakatnya banyak yang bekerja pada perusahaan kerupuk setempat. 

Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, H. Suwardi Astadipura, M.A.R.S yang dimintai komentarnya seputar persoalan limbah cucian ikan para pengusaha kerupuk di Blok Dukuh Kerupuk, yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan warga sekitar, dijelaskan kalau sampai hari ini belum bisa memberi jawaban. Karena belum dilakukan tinjauan dan penelitian, sejauh mana pengaruh limbah tersebut pada kesehatan manusia. (as)

Pengusaha Kerupuk Kurang Peduli Terhadap Lingkungan 

Indramayu, Pos Rakyat
Sementara Ir. Aep Surahman, Kepala Kantor Lingkungan Hidup kabupaten Indramayu, serta beberapa instansi lainnya seperti Dinkes, Deperindag, dan Dinas KPM Indramayu, menjelaskan kalau dia pernah mengambil sample air limbah yang menggenang atau mengairi saluran irigasi di Blok Dukuh Kerupuk tersebut. Namun bukan untuk dijadikan bahan penelitian, melainkan baru sebatas mengamati. 
Dikatakan bahwa air bekas pencucian ikan yang kemudian dibuang ke saluran irigasi Blok Dukuh Kerupuk termasuk limbah organik, yang ditunjukkan dengan parameter Biological Oxygen Demand (BOD) di atas baku mutu lingkungan (BML) adalah proses mikrobiologis yang mengubah zat organic sehingga terjadi pembusukkan pada permukaan airnya. 
Aep juga menjelaskan BOD merupakan salah satu indikator yang menyatakan dampak biologis dari jasad organik yang hidup di air. Namun jika saluran yang dijadikan tempat pembuang limbah organis ini tidak didisain dengan baik pengairannya. Maka bakteri yang ada di dalamnya akan menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi berlangsung, yang mengakibatkan anaerobik dan menimbulkan bau busuk pada air. 
Selain itu, Aep juga mengungkapkan kalau dulu pernah dilakukan upaya rembug dengan para pengusaha kerupuk bersama instansi terkait di atas. Yang membicarakan persoalan pembuangan limbah industri milik mereka yang selama ini sangat mengusik kesehatan warga. Namun sayangnya apa yang menjadi bahasan pertemuan itu tidak menjadi perhatian bagi para pengusaha setempat. 
“Padahal yang pertama bertanggung jawab terhadap limbah ini adalah mereka para pengusaha, dan mereka tidak bisa menuding apalagi sampai menyalahkan pemerintah. Bahkan kita selama ini sudah ikut membantu mencarikan jalan keluarnya, tapi mereka seolah tidak mau perduli untuk memperbaiki lingkungannya,” ujar Aep. (as)

Selasa, 26 Januari 2010

Redaksi Eks Pos Rakyat

Atas keterbukaan Kepala Dinas Pendidikkan Kabupaten Indramayu, Drs.H.Suhaeli,M.Si dan Mapenda Departemen Agama, yang memberi kesempatan kepada kami sebagai Perwakilan Pos Rakyat di Indramayu, untuk mengelola kreatifitas di dunia Pendidikan, Sastra dan Budaya, yang berada di bawah naungan bidang Ekstrakulikuler Dinas Pendidikan Indramayu dengan komando DR.H.Akil dan Drs.H.Mas’ud, Msi. Adapun Pos Rakyat di sini berupaya menjadi media komunikasi antara Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Masyarakat, Dinas Pendidikkan dan Pemkab Indramayu, yang tidak sebatas komunikasi tapi juga sebagai media informasi yang menawarkan berbagai perkembangan dalam dunia pendidikkan, termasuk kreatifitas dan aktifitas yang bernilai kompetitif. Akhirnya kepada Anda: Siswa Siswi, Guru, Kepala Sekolah dan Dinas-Dinas terkait, kami akan setia menunggu kiriman tulisan anda dalam bentuk: Artikel, Opini, Puisi, Cerpen, Foto Kegiatan dan lain-lain, kirimkan ke: posrakyat@telkom.net atau acepsyahril@yahoo.co.id (Perwakilan Indramayu: acep syahril, Eka Mardiana, Hasan Ambon)

Sabtu, 23 Januari 2010

Eks Pos Rakyat Vol.2 Minggu II - IV Januari 2010

Leksikon

Sulaeman Indrajaya (Nang Sadewo)

Pria kelahiran Indramayu, 24 Oktober 1975 ini sehari-harinya tidak lepas dari Kamera, dengan ransel di punggung yang terus mengikutinya. Serta keliaran mata fikiran yang terus mengintip memburu dan membidikkan kamera digitalnya pada objek-objek khusus yang berhubungan dengan benda-benda bersejarah. Seperti bangunan-bangunan tua yang berjejer sepanjang kali cimanuk, situs-situs purbakala, serta beberapa foto-foto adipati bersama jajarannya dengan pakaian kebesaran di halaman pendopo Indramayu tempo dulu. 

Beberapa kali koleksianya itu dia perkenalkan kepada publik Indramayu melalui pameran foto bertajuk Indramayu tempo dulu. Selain itu hasil ketajaman mata visual pria yang lebih akrab dengan sapaan Nang Sadewo ini juga menghiasi dinding-dinding seluruh kantor dinas instansi pemerintah setempat dan beberapa perusahaan BUMN dan BUMD, yang tidak hanya sebagai pajangan, tapi juga sebagai sebuah kepedulian untuk ikut melestarikan seluruh bangunan serta benda-benda bersejarah yang ada. 

Pria beristri dengan dua putrinya ini rencana bulan Maret mendatang akan mengunjungi negeri kincir angin Belanda dalam rangka kunjungan kerjanya ke lembaga kajian arsip bersejarah Koninlijk Institut Voor Taal Land en Volkenkunde (KITLV) Leiden - Nedherland.

(as)

Sabtu, 12 Desember 2009

Eks Pos Rakyat Vol.1 Minggu I - II Desember 2009

Supali Kasim

Leksikon


Supali Kasim


lahir di Juntinyuat Indramayu, 15 Juni 1965. Masuk dalam Keluarga Pencinta Sastra Indramayu (Kreasi) tahun 1982-1984, Tim Budaya ”Pikiran Rakyat” Cirebon tahun 1989-1991, Forum Komunikasi Sastra (Fokus) tahun 1991-1994, Forum Sastra Indramayu (FSI) tahun 1994-1996, maupun Dewan Kesenian Indramayu (DKI) tahun 2001-2004. Aktif dalam diskusi mingguan Center for Empowering Society and Cultural Studies (CESCS, Cirebon) sejak tahun 2008. Membidani lahirnya Lembaga Basa lan Sastra Cerbon (LBSC) tahun 2007 dan Lembaga Basa lan Sastra Dermayu (LBSD) tahun 2009. Pendidikannya dari SDN Juntinyuat I (tamat 1976), SMPN Karangampel (1980), SPG PGRI Indramayu (1983), dan FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Wiralodra Indramayu (1999). Buku: Tarling: Migrasi Bunyi dari Gamelan ke Gitar-suling (2003). Buku lainnya adalah kumpulan puisi bersama, Kiser Pesisiran (1995), Dari Negeri Minyak (2001), Susub Landep (2008), Nguntal Negara (2009), dan kumpulan puisi tunggal, Bergegas ke Titik Nol (2006).

Eks Pos Rakyat Vol.1 Minggu I - II Desember 2009


Puisi Maylina

Sahabat


sahabat adalah segalanya
walaupun kadang menyakitkan
tapi sahabat selalu ada
disaat suka mau pun duka

sahabat adalah
sesuatu yang tetap ada
meski pun terus berganti
dan sahabat sejahtera
yang sanggup mengerti dirimu

sahabat ibarat satu janji dalam hati

tak dapat ditulis
tak dapat dibaca
dan tak bisa dirasakan

sahabat yang menyakitkan adalah
sahabat yang tak pernah perduli
akan perasaam sahabatnya

Kelas VIII A SMPN 1 Tukdana-Indramayu

Tinjauan Puisi:

Sahabat Adalah Janji


Oleh Acep Syahril


Seorang siswi SMA 6 Bandung yang pernah kukenal dekat sebut saja Dede, Suatu ketika kami sempat berkomunikasi via Handpound. Dalam pembicaraan 30 menit itu Dede curhat padaku tentang keberadaannya di sekolah barunya. Dan sebagai siswa anyar jelas banyak kendala yang dihadapi Dede selain adaptasi terhadap lingkungan, Dede yang senstif ini juga kesulitan untuk lebur pada gaya pergaulan anak-anak di kota itu. Dia merasakan banyak perbedaan yang kemudian membuatnya kian terasa jauh untuk bisa lebur dengan mereka.

Hal ini ternyata cukup mengganggu perkembangan jiwanya, apalagi ketika sikap orang-orang di sekitarnya kentara untuk saling memperlihatkan kelebihan dalam segala hal, tidak hanya kelebihan prestasi tapi juga kelebihan materi. Jelas hal ini membuatnya terasa jauh lebih tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Tapi seiring waktu Dede tetap berusaha untuk beradaptasi dengan tetap berpegang pada prinsip hidupnya. Sebagai manusia dia harus berinteraksi dengan orang sekitar dan lingkungan dimana dia berada. Yang lambat laun akhirnya tumbuh juga rasa percaya diri Dede, bahwa dia berbeda dari yang lain tanpa mengabaikan prinsip-prinsip orang lain.

Enam bulan Dede belajar di SMA ini, banyak sahabat yang dia dapat serta pengalaman yang membuat wawasan pergaulannya bertambah. Dia bilang dia banyak belajar dari diary yang selama ini dianggap sebagai sahabat tempatnya curhat. Disitu Dede banyak mencatat, betapa sulitnya mencari sahabat, menjaga hubungan baik dengan sahabat, dan memelihara persahabatan dengan saling memelihara kepercayaan.

Nah apa yang kupaparkan tadi merupakan salah satu pengalaman dari banyaknya pengalaman yang pernah kamu lalui dalam mencari dan memelihara hubungan dalam persahabatan. Seperti juga dialami Maylina yang kemudian dia tuangkan dalam puisi “Sahabat”.

Apa yang dialami Maylina bisa jadi juga pernah dialami Dede dan kamu, namun pengamalam serta kadar emosionalnya jelas berbeda. Sebab rata-rata jika seseorang telah dikecewakan sahabatnya yang terjadi adalah keretakan dalam berkomunikasi yang berakhir dengan perpisahan. Namun berbeda dengan mereka yang memiliki kearifan dalam memelihara persahabatan. Dia cukup belajar dari kelalaian sahabatnya, yang kemudian dia catat dalam diary, bahwa “hari ini aku telah dikecewakan sahabatku“. Sementara komunikasi tetap berjalan sebagaimana mestinya meski kemudian ada yang kurang lancer dari komunikasi itu. Hal inilah yang kemudian terasa dalam puisi Maylina.

sahabat ibarat satu janji dalam hati

tak dapat ditulis
tak dapat dibaca
dan tak bisa dirasakan

Inilah yang kumaksud kearifan dalam memelihara persahabatan, sebab menurut

Maylina sahabat adalah suatu janji, jadi dia harus tetap memelihara persahabatan itu. Meskipun sebenarnya dia pernah merasakan kekecewaan dari sahabat yang dia maksud dalam puisi itu, karena //sahabat adalah segalanya/walaupun kadang menyakitkan
tapi sahabat selalu ada/…………

Eks Pos Rakyat Vol.1 Minggu I - II Desember 2009

SMK PGRI Jatibarang: Harus Berkualitas dan Kompeten

Hallo temen-temen kali ini Arena SD, MI, SMP, M.Ts, SMA, MAN dan SMK, mengundang SMK PGRI Jatibarang-Indramayu sebagai Jurnalis Junior kita, mereka akan menyuguhkan hasil liputannya tentang kilas sekolahnya, mereka adalah: Ahmad jamaludin dan teman saya Dian Rosmalia



SMK PGRI Jatibarang merupakan sekolah tertua di Indramayu.yang oleh kalangan siswa serta alumninya lebih dikenal dengan SMK MAYDAS 159 atau Mayor Dasuki No. 159, karena letaknya di Jalan Mayor Dasuki 159 Jayibarang-Indramayu.

Oya perkrnalkan, nama saya Ahmad jamaludin dan teman saya Dian Rosmalia, kami sama-sama dari kelas XII TKJ. Kehadiran kami di Jourmalis Junior berawal dari adanya tawaran Ekstra kulikuler (eskul) Sastra dan Jurnalistik yang datang ke SMK PGRI jatibarang, dan kebetulan kami sangat tertarik dengan kedua kegiatan tersebut.

Selain itu kami juga sering meminta kepada kepala sekolah agar diadakan kegiatan eskul kewartawanan, tapi kali ini permintaan kami ada yang menyambut tanpa diduga-duga sama sekali.

Seseorang dengan profesi penulis dan wartawan menawarkan diri kepada pihak sekolah, untuk memberikan eskul sastra dan jurnalistik. Beliau adalah Acep Syahril. Karuan kami menyambut kesempatan baik ini dengan harapan akan banyak teman-teman memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih jauh dunia kewartawanan.

Setelah mensosialisasikan rencana kegiatan dimaksud, akhirnya yang respon hanya beberapa gelintir orang saja. Terus terang awalnya kami merasa pesimis karena yang sudah menyatakan sedia untuk ikut kegiatan eskul cuma dua orang, artinya hanya empat orang termasuk saya dan Dian.

Tapi setelah saya konfirmasikan ke mas Acep, ternyata beliau tidak kecewa dengan jumlah peserta eskul yang jauh dari sedikit ini. Sebaliknya kami yang merasa malu karena tidak bisa meyakinkan teman-teman lain untuk bisa terlibat pada kegiatan itu.

Dari Tawuran Menjadi Tawaran

Semua orang tau bagaimana masa lalu sekolah kami, ruwednya minta ampun! Bahkan pernah mendapat julukan sebagai SMK Tawuran. Tapi meski pun ruwed dan selalu bikin masalah sekolah kami tetap memiliki program belajar terdepan dan di atas rata-rata. Cap merah yang sempat menjadi stempel di sekolah itu juga, kini tinggal kenangan. Dan sebagai regenarasi dari alumni alumni sebelumnya kami punya tanggung jawab moral untuk membawa nama SMK PGRI menjadi lebih baik di mata dunia pendidikan Indramayu, dengan 3 Jurusan yang saat ini telah berjalan seperti, Mekanik Permesinan, Mekanik Otomotif, dan TKJ (teknik computer jaringan)

Alamarhum Drs. H. Uto Karnito. W mantan Kepala Sekolah yang menghadap Illahi Robby belum lama ini, 30 tahun lebih memimpin SMK PGRI Jatibarang. Sungguh kami sangat bangga, sebab beliau semangat dan gigih mengabdikan diri demi kemajuan SMK PGRI Jatibarang.

Pak Uto, begitu kami sering menyapanya. Dimana keakraban antara Bapak dan Anak telah membuat kami dewasa untuk mengatasi persoalan di lingkungan sekolah. Beliau tidak hanya memanej para guru untuk menjalankan proses belajar mengajarnya, tapi juga mengajarkan kami untuk jadi pemimpin, memberi kesempatan dan kepercayaan sepenuhnya kepada kami untuk mengambil keputusan dalam organisasi intra sekolah (osis).

Jadi tak heran kalau kemudian Pak H. Uto pernah menerima penghargaan dari pemerintah, sebagai Juara III Kinerja Sekolah terbaik tahun 2008. Selain itu ide-ide cemerlang beliau juga telah membawa nama sekolah kami menjadi lebih baik. Buktinya satu dekade terakhir pabrik-pabrik yang bergerak di bidang industri di beberapa belahan pulau Jawa banyak melirik dan memberi tawaran kepada lulusan Sekolah ini. Sebab prestasi belajar kami bukan prestasi instant, kami menuntut agar lebih mendepankan kualitas dan kompetensi sebagai tantangan ke masa depan. Selamat jalan Pak Uto, kami akan selalu mengenang jasa jasamu!!!

Minggu, 16 Agustus 2009

Pos Rakyat No.08 /Th.1/1 - 15 Agustus 2009

738 Pelajar Se Wil.III Cirebon dan Sumedang
Ramaikan Popwilda
:Indramayu Gondol 2 Emas Dari Cabor Bergengsi

Ratusan pengunjung ramaikan GOR Singalodra saat pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) se wilayah III Cirebon dan Sumedang yang dipusatkan di Indramayu, pekan lalu. Bupati Indramayu, H.Irianto MS Syafiuddin yang membuka kegiatan Popwilda ini, berkali-kali mendapat aplaus saat menyampaikan pentingnya sportifitas dalam suatu kompetisi olahraga. “Sebab dengan sportifitas akan meningkatkan prestasi olahraga kita, serta mampu menggalang persatuan dan persahabatan antara atlit selain akan membangun mental juara yang memiliki prospek cerah ke depan. Dan dari penggalangan persahabatan ini juga kita akan dapat saling mengisi dan kembali berkompetisi guna penyeleksian prestasi untuk kemudian dipertandingkan pada Popda 2010 di Bandung nantinya,” ujarnya. Bupati juga menekankan bahwa kompetisi ini bukanlah persoalan kalah dan menang, tapi lebih pada terjalinnya persahabatan antar atlit pelajar se wilayah III Cirebon dan Sumedang.
Delapan cabang olahraga yang dipertandingkan diikuti 738 Atlit pelajar yang berasal dari wilayah III Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu dan Sumedang. Yang lokasi pertandingannya tidak terpusat pada satu tempat, tapi terpisah, sebagai berikut. Untuk Sepak Bola di Stadion Tridaya, Volly Ball di GOR Singalodra, Basket di GOR Dharma Ayu, Tenis Meja di SMPN 1 Sindang, Tenis Lapangan di Lapangan tenis Pemda, Pencak Silat di Wisma Haji, Bulu Tangkis di GOR MM Hall sedangkan Sepak Takraw di GOR MUI Jatibarang.
Kabid Ekstrakulikuler pada Dinas Pendidikan Indramayu, Dr. Akil, M.Pd memaparkan, bahwa Popwilda ini berlangsung empat hari (13 – 16 Juli 2009), yang mempertandingkan delapan cabang olahraga. Dan disampaikan juga, bagi para pemenang telah disediakan piala yang teridiri medali emas, perak dan perunggu, serta lolos pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) Tingkat Jawa Barat.
“Dan ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mengasah prestasi ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Popda Jawa Barat,” jelas Akil.

Cirebon Boyong 11 Emas
Dari 36 Emas yang tersedia pada Polwilda, 11 digondol Cirebon, 9 dari cabang Pencak Silat, 2 lainnya dari Tenis Meja dan Tenis Lapangan. Majalengka 6 emas, Sumedang 6 Emas, Indramayu 5 emas dan Kuningan 3 Emas.
Meski secara perolehan terbanyak Indramayu pada urutan ke lima, namun secara kulaitas Indramayu berhasil menyabet 2 emas pada dua cabang olahraga bergengsi, yakni Sepak Bola dan Volly Putra.
Sementara Kepala Dinas pendidikan Indramayu, Drs.H.Suhaeli, M.Si pada acara penutupan kembali menegaskan, agar para atlit yang ikut dalam kompetisi Popwilda ini tidak menjadi puas dengan perolehan yang didapatnya. Sebab Popwilda sebagai suatu sarana uji tingkat keberhasilan dari pembinaan olahraga di sekolah, diharapkan juga menjadi perhatian bagi semua pihak untuk kemudian dibina menuju tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Sehingga disitu akan kelihatan kualitas atlit potensial dan profesional yang berangkat dari kalangan pelajar. (as)

Popwilda, di Lapangan Tridaya Indramayu

Leksikon: (Penyair) Yohanto A Nugraha

Pos Rakyat No.08 /Th.1/1 - 15 Agustus 2009

Leksikon

Yohanto A Nugraha
Abuk atawa Gatot atawa Yanto, psedonim Yohanto A Nugraha, penyair kelahiran Indaramayu, 18 Februari 1955 ini. Lebih dari separuh usianya dia habiskan untuk berkesenian, khususnya di dunia penulisan puisi. Selain dikenal sebagai penyair lelaki keturunan ini juga dikenal sebagai salah seorang motor penggerak sastra di Indramayu. Berawal dari Radio Chindelaras, sampai ke gedung-gedung pertunjukan bersama sejumlah penyair Indramayu lainnya, begitu semangatnya dia memasyarakatkan karya-karya sastra. Mantan Ketua Dewan Kesenian Indramayu (periode 2005), lalu mengelola Komunitas Bantaran sebagai wadah untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. Sekarang Abuk, begitu panggilan yang melekat padanya, telah melahirkan dua kumpulan puisi tunggal Orasi Sunyi (2005) dan Resonansi Sepanjang Usia (2009), sedangkan karya-karyanya yang lain tergabung dalam sejumlah kumpulan puisi bersama: Lagu Matahari (2004), 9 Penyair Jawa Barat (2002), Resital Penyair Indramayu (2001), Jurang (1999), Kiser Pesisiran (1994), Tanah Garam (1992), dan Antologi Penyair Indramayu (1982). (as)

Pos Rakyat No.08 /Th.1/1 - 15 Agustus 2009

Makali Kumar
Kembali Terpilih Jadi Ketua PWI Indramayu

Pada Konferensi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Perwakilan Indramayu, di Grand Hotel Trisula, Senin (27/7) lalu, secara aklamasi Makali Kumar terpilih kembali menjadi Ketua PWI Indramayu periode 2009-2012. Sementara sebelum kebulatan dari 50 suara anggota PWI ini disikapi panitia pemilihan yang dipimpin Uyun Achadiat, Sekretaris PWI Jabar, Abu Bakar calon dari kubu lain menyatakan mundur dari pencalonannya.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris PWI Prov.Jabar Uyun Achdiyat mewakili Ketua PWI Jabar, H.Yoyo S.Adhireja dan segenap para anggota PWI Kab.Indramayu.
Kepada Pelita, Makali mengatakan, kredibilitas dan integritas seorang wartawan sangat menentukan terwujudnya PWI yang profesional, oleh karenanya melalui tema”Mewujudkan pers yang sehat dan profesional” dirinya berharap seluruh anggota yang tergabung dalam wadah PWI harus dapat lebih maju, dinamis, kreatif, inovatif serta siap dalam menghadapi kemajuan zaman.”Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar dapat memberikan kesejahteraan bagi para anggotanya,” tandasnya kepada Pelita.
Kata dia, apabila anggotanya sudah sejahtera maka profesionalisme dapat terwujud yang pada akhirnya akan menjadi seorang wartawan yang bermanfaat dan inklusif, untuk itu saya akan berusaha membawa PWI ke depan menjadi organisasi yang terbuka dan maju.”Hal itu, merupakan salah satu bentuk amanah yang diembannya,” aku Makali.
Lebih jauh dia menuturkan, dirinya bersama para anggota kedepan akan berupaya membawa nuansa baru guna membentuk kepribadian wartawan yang sehat dan berimbang, sehingga dapat memberikan motivasi kepada masyarakat.”Bila ini terwujud maka keberadaan pers akan menjadi mitra kerja pemerintah daerah (Pemda) yang sifatnya untuk membangun masyarakat sehingga masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam pembangunan,” terang Makali.
Terwujudnya PWI yang profesional dan sejahtera, terang dia, diartikan bahwa PWI kedepan akan semakin profesional dalam menjalankan roda organisasi dan menjaga citra kredibilitas serta integritas wartawan, sementara artian sejahtera adalah bahwa keberadaan PWI sebagai wadah bagi para wartawan dapat memperjuangkan dan memberikan kesejahteraan pada anggotanya sehingga apabila wartawan telah sejahtera maka diharapkan profesionalisme wartawan dapat terjaga sehingga terwujudnya wartawan yang bermartabat.
Sementara Sekretaris PWI Prov.Jabar, Uyun Achdiyat berharap PWI Kab.Indramayu kedepannya mampu lebih maju, sehingga keinginan untuk memberikan kesejahteraan terhadap anggotanya dapat terwujud dengan baik.”Saya menyarankan agar ketua terpilih menyiapkan para kadernya untuk mengikuti kancah pencalonan ketua PWI yang akan datang,” harapnya.(acep)

Makali Kumar Setelah Terpilih Jadi Ketua PWI Indramayu Priode 2009 - 2014